SEKILASMPP MAROS. Mal Pelayanan Publik yang selanjutnya disingkat MPP adalah pengintegrasian Pelayanan Publik yang diberikan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, serta swasta secara terpadu pada 1 (satu) tempat sebagai upaya meningkatkan kecepatan Jointventure adalah kerja sama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu. Sistem joint venture mirip dengan sistem bagi hasil. Dalam joint venture tidak hanya membagi keuntungan, tapi juga membagi kerugian yang dialami. Baik keuntungan atau kerugian, semua akan ditanggung oleh semua pihak yang berkontribusi di dalamnya. Sistem Konsinyasi (Consignment) BentukPelayanan Prima diantaranya ramah, senyum, sopan, cepat, tepat, terbuka dan tanggungjawab. Pengertian Pelayanan Usaha Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah "usaha melayani kebutuhan orang lain". JenisPublic Cloud merupakan bentuk paling umum dari Cloud Computing. Penggunaan layanan ditujukan murni untuk umum dengan model pembayaran sesuai pemakaian. Para pelanggan, baik individu maupun perusahaan bisa mengakses layanan yang disediakan oleh provider melalui internet. . Proses bisnis manajemen perkantoran dan layanan bisnis di dunia kerjaLAYANANBISNISTim MPLB SMK Wahidin CirebonKONSEP LAYANAN BISNIS1. Pengertian layanan Bisnis Pelanggan merupakan factor utama dalam layanan bisnis, sehingga dalam bentuk apapun layanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting baik untuk skala kecil maupun besar. Layanan bisnis merupakan proses pemberian layanan kepada pelanggan/konsumen baik yang bersifat materi maupun non materi untuk pemenuhan kepuasan pelanggan. Manajemen perkantoran dan layanan bisnis adalah penerapan fungsi manajemen dalam proses pemberian layanan kepada pelanggan /kolega untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam memenuhi Jenis Bisnis dan layanan Bisnis Customer service atau layanan pelanggan dalam perkembangannya mengalami perubahan yang signifikan. Departemen customer service yang dulunya dilakukan melalui perjumpaan secara fisik sekarang sudah berubah menjadi layanan hot line number dan layanan secara online. a. Jenis layanan Bisnis. Menurut Hendra Mahyudi dalam tulisannya di laman Weefer menyebutkan bahwa jenis layanan pelanggan/customer service meliputi 1 Layanan pelanggan berjalan. Jenis layanan berjalan merupakan pelayanan terhadap pelanggan yang dilakukan bertemu langsung secara fisik dengan pelanggan. 2 Layanan pelanggan melalui email dan telepon. 3 Layanan pelanggan melalui livechat. Livechat merupakan jenis layanan yang secara langsung dapat dilakukan berupa obrolan yang telah dipersonalisasi antara customer dan departemen layanan CS. 4 Layanan self-service. Jasa layanan mandiri merupakan departemen customer service yang memberikan pelayanan lebih instan, ramah dan akurat, pelanggan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Keunggulan dari jenis layanan seperti ini dilihat dari pelanggan adalah solusi terhadap masalah yang dihadapi dapat ditentukan oleh pelanggan itu sendiri. Jenis layanan seperti ini dapat diperoleh pada kanal chatbots, FAQ, artikel berbasis pengetahuan, panduan produk, tutorial video dan sebagainya. Jenis layanan ini cocok digunakan perusahaan yang mendapatkan permintaan yang bersifat umum seperti refund, reture produk, atau invoice. 5 Layanan pelanggan melalui komunitas dan forum. Komunitas dan forum adalah kanal layanan pelanggan yang dibangun oleh pengguna jasa layanan/produk. Untuk penggunaan layanan ini sebuah bisnis/usaha harus mampu menciptakan pengikut dan komunitas yang lebih besar berdasarkan brand yang mereka miliki. 1b. Jenis bisnis 1. Berdasarkan jenis aktivitasnya bisnis dibedakan menjadi a Bisnis Ekstraktif adalah aktivitas bisnis yang pergerakkanya dibidang pertambangan dengan melakukan penggalian bahan-bahan tambang yang ada didalam dan terkandung di perut bumi. Seperti batu bara, emas, besi, intan, alumunium, tembaga semen, minyak dan gas bumi. b Bisnis Agraris adalah kegiatan bisnis yang pergerakannya pada bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan. c Bisnis Industri merupakan usaha dalam bidang industry manufaktur yang memproduksi barang. d Bisnis Jasa adalah aktivitas usaha yang menghasilkan produk tidak dalam bentuk fisik. layanan bisnis bidang jasa merupakan jenis layanan yang diberikan kepada pelanggan yang berupa manfaat atau kegiatan yang tidak berwujud dan hanya dapat dirasakan atau dinikmati dari suatu barang. Jenis jasa dapat diklasifikasikan sebagai berikut 1 Jasa perumahan meliputi; sewa kamar, hotel, usaha tani atau jasa pembangunan. 2 Jasa usaha rumah tangga meliputi PDAM, perbaikan rumah, reparasi alat rumah tanggan, perawaatan kebun, pembersihan dan lain-lain. 3 Jasa usaha rekreasi dan kesukaan meliputi penyewaan, peralatan pesta, perjalanan wisata, panggung hiburan dan liannya. 4 Jasa usaha perawatan pribadi seperti binatu pakaian, perawatan kecantikan/salon. 5 Jasa usaha pendidikan seperti kursus ketrampilan, sekolah formal/informal. 6 Jasa bisnis profesi seperti jasa layanan hukum, akuntan, konsultan manajemen, jasa layanan kesehatan dokter 7 Jasa layanan keuangan seperti asuransiperlindungan, kredit, investasi dan pajak. 8 Jasa tranportasi seperti pengiriman dokumen atau barang, angkutan penumpang, penyewaan mobil, sopir dan lainnya. 9 Jasa bidang komunikasi seperti layanan telepon, customer service, call center, telepram dan layanan kantor virtual. 2. Berdasarkan Kegunaannya jenis bisnis dibedakan menjadi a Form Utility kegunaan bentuk, adalah bisnis yang berupaya mengubah suatu benda menjadi benda lain dengan bentuk yang tidak sama sehingga lebih bermanfaat untuk manusia, seperti meubel, genteng, garment dan lain sebagainya. 2b Place utility kegunaan Tempat merupakan bisnis yang menjalankan pemindahan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain sehigga memeiliki manfaat lebih. c Time Utility kegunaan waktu adalah bisang bisnis yang memeberikan manfaat waktu terhadap keberadaan suatu barang. Seperti peti kemas, kotak pos dan lainnya. d Posisesion Utility keguanaan pemilikan merupakan jenis usaha untuk membuat atau memenuhi keguanaan pemilikan pada suatu barang atau jasa. Seperti pertokoan, perdagangan atau jual beli. 3. Jenis bisnis berdasarkan motifnya dapat dikalsifikasikan menjadi dua yakni a Bisnis berorientasi yang merupakan bidang bisnis yang berorientasi pada keuntungan/profit b Bisnis tidak berorientasi merupakan bidang bisnis yang berorientasi pada nirlaba seperti contoh yayasan, organisasi social, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya. 4 Menurut bentuknya jenis bandan usaha dapat dibedakan menjadi a Badan Usaha berbentuk Badan Hukum. Badan usaha yang berbadan hukum memiliki karakteristik dalam pemisahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha, sehingga pemilik hanya bertanggungjawab sebatas harta yang dimilikinya. Jenis badan usaha berbentuk badan hukum meliputi a PT Perseroan Terbatas b Yayasan c Koperasi merupakan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rankyat berdasarkan asas kekeluargaan. b Badan Usaha Bukan berbentuk badan hukum. Jenis badan usaha yang bukan berbentuk badan hukum memiliki karakteristik dalam kepemilikan kekayaan. Jenis badan usaha yang bukan badan hukum ini meliputi a Persekutuan Perdata maatschap, merupakan perjanjian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ide dalam pesekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya. b Firma merupakan perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha dibawah satu nama bersama. c Persekutuan Komanditer CV terdiri dari pesero aktif dan persero pasif/komanditer. Persero aktif bertanggungjawab sampai dengan harta pribadi, sedangkan pesero pasif hanya bertanggungjawab sebatas modal yang telah disetor ke dalam CV Tujuan Bisnis Tujuan dalam bisnis tentunya mendapatkan keuntungan atau laba, namu tujuan yang lain dapat dilihat sebagai berikut a. Ingin memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup. 3b. Untuk menambah kesejahteraan dan kemakmuran keluarga. c. Untuk memenuhi kebutuhan pencitraan diri maupun usahanya agar semakin dikenal dimasyarakat. d. Untuk mempertahankan kelansungan usaha sehingga mampu terus berdiri/berjalan. e. Dengan bertambahnya pengalaman dalam menjalankan usaha, maka akan muncul kreatifitas atau gagasan baru untuk memajukan usaha yang sudah ada. f. Adanya operasional dalam kegiatan bisnis maka tujuan dari bisnis juga dapat dijadikan sebagai upaya mengisi waktu atau memanfaatkan waktu. g. Usaha yang dijalankan secara mandiri mampu menopang kebutuhan sendiri dan tidak tergantung dari orang lain. h. Tujuan lain dari penyelenggaraan bisnis untuk memperoleh simpati atau Manfaat Bisnis a. Memperoleh penghargaan atau pengkuan. b. Kesempatan untuk menjadi Bos bagi diri sendiri c. Menggaji diri sendiri. d. Atur waktu diri sendiri e. Masa depan lebih Karakteristik Bisnis a. Lembaga atau institusi atau organisasi sosial dan ekonomi. Sebuah usaha atau bisnis merupakan lembaga, instansi atau organisasi social dan ekonimi berarti bahwa bisnis itu lakukan oleh jenis organisasi baik yang berbentuk badan hukum maupun berbentuk bukan berbadan hukum. b. Berhubungan dengan berbagai barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan manusia. Pada prinsipnya bisnis itu menjual barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. c. Mencari laba, profit atau keuntungan. Mencari laba, profit, atau keuntungan merupakan tujuan bisnis yang sebenarnya. d. Menetukan harga yang sesuai. e. Akan ada kemungkinan mengalami Pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis a. Pemilik atau owner b. Kreditor merupakan pihak yang memberikan pinjaman pendanaan kepada entitas bisnis Anda c. Karyawan atau employee d. Pemasok atau supplier, berperan dalam menyediakan bahan baku guna memperlancar proses produksi. e. Pelanggan 4 0% found this document useful 1 vote5K views7 pagesOriginal TitleBentuk - bentuk sistem layanan usahaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 1 vote5K views7 pagesBentuk - Bentuk Sistem Layanan UsahaOriginal TitleBentuk - bentuk sistem layanan usahaJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Sistem Usaha Kesejahteraan Sosial Sistem Usaha kesejahteraan sosial sesungguhnya merupakan pengembangan lembaga sosialuntuk menyediakan layanan sosial sebagai bentuk dari berbagai kondisi dari ketergantungankelompok rentan dan disabel ditengah masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas makro usahakesejahteraan sosial demikian disebut dengan konsep negara kesejahteraan welfare state.Dalam hal ini sisitem usaha kesejahteraan merupakan bentuk dari implementasi negarakesejahteraan atau welfare state. Dimana peran mengenai kesejahteraan warganya menjadibentuk tanggung jawab bukan hanya masyarakat, lembaga, tapi juga pemerintah. Sebagai bentukdari negara kesejahteraan sistem usaha kesejahteraan sosial dapat diajadikan acuan bagi seorangpekerja sosial untuk memantu program pemerintah dalam mensyejahterakan masyarakatnyamelalui usaha – usaha atau pelayanan kesejahteraan baik untuk individu,keluarga, dan jugamasyarakat bahkan juga teoritis, Edi Suharto 2006, mengungkapkan bahwa negara kesejahteraan harus berusahauntuk melindungi seluruh warganya pada kondisi sebaik mungkin. Di dalam tatanan praktis,negara kesejahteraan dapat ditelusuri, dengan kondisi yang ideal, yakni negara bisa menyediakanlayanan, sejauh intervensi negara dapat diterima dan syah, dan peran negara sesungguhnyasangat kompleks, yaitu mengawasi ketentuan atau aturan kesejahteraan di seluruh lapisanmasyarakat, menentukan peraturan, memberikan mandat, membangkitkan semangat , danmembuka saluran alternatif bagi ketentuan kesejahteraan sosial. Layanan sosial social services digunakan dalam konsep yang sangat terbatas. Seperti layananmedis atau kesehatan, jaminan sosial, perumahan, pendidikan, dan pekerjaan sosial. Titmussdalam Phillips 2002 menjelaskan bahwa pendekatan demikian layanan sosial sangat terbatas,dan mengarah ketidak konsistenan di dalam membahas mengenai kesejahteraan. Layanan sosial dapat dibedakan paling tidak dengan apa yang mereka lakukan dan dari manamereka lakukan. Pertama, layanan sosial harus merupakan aktivitas yang terorganisasi. Karenabanyak usaha kesejahteraan sosial dilakukan secara informal seperti layanan oleh keluarga,layanan sukarela baik individu maupun masyarakat yang pada umumnya dilandasi denganorganisasi amal. Kedua, layanan sosial yang didistribusikan kembali dalam bentuk asuransi

bentuk bentuk sistem layanan usaha